Flores Ecotourism » Lokasi Wisata » Atraksi Caci, Liang Dara dan Hutan Mbeliling » Deskripsi umum dan kegiatan ekowisata

Desa Wisata Budaya Liang Ndara

Puncak gunung Mbeliling

  • Letak Administratif
  • Secara administratif, Desa Liang Ndara termasuk dalam Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Jarak dari kota Labuan Bajo 20 Km dengan waktu tempuh 45 menit. Kualitas jalan beraspal dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Selain itu, Desa Liang Ndara merupakan pintu masuk kawasan Hutan Mbeliling yang juga mempunyai keindahan flora dan fauna, 3 jenis burung endemik serta sumber mata air bagi masyarakat Labuan Bajo.

  • Kunjungan Wisatawan
  • Kunjungan wisatawan ke Desa Liang Ndara khususnya Sanggar Compang To’e pada tahun 2008 berjumlah 680 wisatawan mancanegara yang berasal dari 30 negara (sumber : Sanggar Compang To’e). Sebagian besar wisatawan yang berkunjung untuk menikmati tarian tradisional Caci.

  • Potensi Desa Wisata Budaya Liang Ndara
  • Desa Liang Ndara pada dasarnya berkembang dan terkenal dengan atraksi budaya yakni Tarian Caci yang merupakan tarian tradisional masyarakat Manggarai. Akan tetapi selain budaya, Liang Ndara juga mempunyai keindahan alam yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata. Potensi wisata desa Liang Ndara terdiri dari :

    1. Sanggar Budaya Compang To’e
    2. Foto: Burung Indonesia
      Tarian Caci

      Sanggar budaya Compang To’e dalam kepariwisataan Kabupaten Manggarai Barat sudah cukup eksis. Tercatat wisatawan yang berkunjung pada tahun 2008 berjumlah 680 wisatawan yang berasal 30 negara. Selain itu sanggar ini sudah melakukan kerjasama yang cukup bagus dengan beberapa travel agent seperti Manumadi Travel, Ombak Putih, Flores Trail. Sanggar Budaya Compang To’e menampilkan atraksi tarian caci serta atraksi budaya lainnya seperti tarian tetek aluh dan penerimaan adat kehidupan masyarakat Manggarai

    3. Air Terjun
    4. Foto: Burung Indonesia
      Air Terjun Liang Kantor

      Di desa Liang Ndara terdapat 3 air terjun, air terjun Liang Kantor, Air Terjun Wae Satar dan air terjun Wae Rebus. Ketiga air terjun ini mempunyai nilai keunikan baik dari ketinggian air, serta lokasi yang ada guanya.

    5. Burung Endemik Flores ( Kehicap Flores, Serindit Flores, dan Gagak Flores )
    6. Di desa Liang Ndara terdapat tiga jenis burung endemik yang menjadi daya tarik wisata bagi para pengamat burung. Sebagian besar di kawasan hutan rakyat Liang Ndara, populasi burung masih relatif banyak sehingga perlu dijaga terhadap jumlah populasinya.

    7. Kerajinan anyaman dan tenun
    8. Foto: Dwi Oblo/NGI
      Kerajinan Tenun

      Kerajinan anyaman dan tenun juga menjadi fokus LSM Burung Indonesia dalam pengembangan kepariwisataan di Desa Liang Ndara. Dan kegiatan ini sudah cukup aktif dilakukan oleh kelompok ekowisata Liang Ndara sebagai bagain pengembangan sumber daya manusia.

    9. Pemandangan Alam
    10. Foto: Dwi Oblo/NGI
      Pemandangan Alam Mbeliling

      Desa Liang Ndara menjadi tempat poin of interest untuk menikmati pemandangan alam flores, terutama keindahan pulau-pulau kecil dan sangat bagus untuk menikmati keindahan sun set.

    11. Trekking ke Puncak Gunung Mbeliling
    12. Foto: Burung Indonesia
      Jalur Trekking ke Gunung Mbeliling

      Gunung Mbeliling mempunyai jarak dari kota Labuan Bajo 30 Km. Dengan jarak tempuh 1,5 jam. Gunung Mbeliling mempunyai ketinggian 1.239 m dpal. Mbeliling mempunyai kekayaan flora dan fauna khas Flores. Selain itu, 3 jenis burung endemik juga terdapat di Mbeliling yakni, Kehicap Flores, Serindit Flores dan Gagak Flores. Bagi wisatawan yang ingin melakukan trekking, bisa mendapatkan informasi dari Roe, Desa Cunca Lolos yang sudah didampingi oleh LSM Swiss Contact. Di kampung ini, wisatawan bisa mendapatkan informasi dan juga fasilitas guide lokal serta peralatan camping. Selain itu, juga tersedia Home Stay bagi wisatawan yang mau bermalam.

    13. Air Terjun Cunca Rami
    14. Foto: Dwi Oblo/NGI
      Air Terjun Cunca Rami

      Air terjun Cunca Rami merupakan salah satu atraksi wisata utama bagi kawasan Hutan Mbeliling. Hal ini karena dari debit air yang sangat besar serta ketinggian yang mencapai 30 m. Air terjun cunca rami bisa dijangkau dari kampung Roe atau dari Werang sebagai ibu kota dari kecamatan Sano Nggoang

  • Fasilitas Wisata
  • Fasilitas wisata yang tersedia di kawasan wisata Desa Liang Ndara masih relatif terbatas. Karena pengadaan fasilitas harus dilakukan dengan analisis dampak lingkungan mendalam supaya tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Fasilitas yang tersedia seperti :

    • 4 Home Stay
    • Fasilitas peralatan pengamatan Burung Indonesia
    • Papan informasi.
  • Pola Pendampingan Pariwisata Berbasis Masyarakat
  • Foto: Burung Indonesia
    Pendampingan Pariwisata Berbasis Masyarakat

    Di dalam mengoptimalkan potensi kawasan Desa wisata Liang Ndara LSM Burung Indonesia melakukan pola pendampingan dalam meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat lokal sehingga masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung dalam pengembangan kawasan wisata Desa Liang Ndara berbasis masyarakat.

    Metode dalam mencapai tujuan tersebut adalah dengan membentuk Kelompok Ekowisata Desa Liang Ndara yang berjumlah 15 orang. Kegiatan ini diawali dengan :

    1. Penyadartahuan dan pembelajaran tentang kepariwisataan
    2. Program ini meliputi tentang metode pembelajaran bagi masyarakat lokal dan khususnya anggota kelompok ekowisata tentang bagaimana melihat potensi, merencanakan, membuat produk serta memasarkan kepada wisatawan yang berdasarkan nilai konservasi lingkungan. Kegiatan yang dilakukan adalah :

      • Diskusi kelompok tentang pariwisata dan budaya
      • Kebersihan lingkungan ” No Plastik ”
      • Pelatihan bahasa inggris
    3. Peningkatan Kapasitas Masyarakat Lokal
    4. Dalam menciptakan pariwisata berbasis masyarakat, LSM Burung Indonesia juga memberikan pelatihan kepada kelompok ekowisata  dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada wisatawan. Pelatihan yang dilakukan adalah :

      • Pelatihan pelayanan
      • Pelatihan pemanduan wisata
      • Pelatihan masakan lokal
      • Pelatihan penataan home stay dan lingkungan rumah
      • Pelatihan anyaman
      • Kesenian dan budaya
    5. Pengadaan Fasilitas Wisata secara partisipastif
    6. Pengembangan kepariwisataan tidak bisa dipisahkan dengan fasilitas wisata yang tersedia. Karena dalam setiap aktivitas wisata yang dilakukan oleh wisatawan membutuhkan akomodasi, makan dan minum, informasi. Pengadaan fasilitas wisata yang dilakukan oleh LSM Burung Indonesia melibatkan keterlibatan masyarakat. Jal ini demi menjaga keberlangsungan dari sarana yang tersedia. Fasilitas yang terdapat seperti fasilitas tempat sampah, home stay, papan sadar wisata serta peralatan untuk pengamatan burung seperti teropong.